
Kurikulum Politeknik Tridaya Virtu Morosi
Gambaran Umum
Politeknik Tridaya Virtu Morosi (PTVM) menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang disusun untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang industri logam dan infrastruktur nasional. Kurikulum ini memadukan pembelajaran teori, praktik laboratorium, kerja sama industri, serta penguatan softskill.
Terdapat tiga Program Studi (Prodi) D3 yang masing-masing memiliki struktur kurikulum berbeda, namun semuanya mengacu pada pendekatan vokasional dan keunggulan berbasis industri:
1. D3 Teknologi Metalurgi Industri Logam
Fokus pada teknik pengolahan mineral, peleburan, karakterisasi logam, proses smelter, dan pemeliharaan alat produksi.
Praktikum dan mata kuliah seperti: Kristalografi, Thermodinamika, Metalurgi Besi Baja, Pengolahan Nickel, Rotary Kiln & Dryer, hingga Ekologi Industri.
Penguatan pada kemitraan industri logam nasional untuk magang dan proyek akhir.
Total SKS: 114 SKS (38 Teori, 76 Praktik)
2. D3 Teknologi Listrik Industri Logam
Memfokuskan pada penguasaan sistem tenaga listrik, proteksi tenaga, PLTU, SCADA, dan teknik tegangan tinggi.
Mahasiswa dilatih dengan keterampilan praktis: Rangkaian Listrik, Elektronika Daya, Transmisi & Distribusi, Turbin PLTU, Instalasi Listrik, hingga Sistem Proteksi.
Didukung dengan praktikum intensif dan simulasi industri pembangkitan tenaga listrik serta magang industri di PLTU Industri Logam.
Total SKS: 114 SKS (38 Teori, 76 Praktik)
3. D3 Teknologi Sipil
Menitikberatkan pada rekayasa sipil terapan, termasuk pengelolaan sumber daya air, konstruksi baja & beton, drainase, dan pondasi.
Mahasiswa belajar lewat proyek langsung dan laboratorium: Mekanika Rekayasa, Struktur Baja, Rekayasa Beton, Konstruksi Tanah, Survei Pemetaan.
Mengembangkan kemampuan merancang dan mengelola proyek konstruksi sipil dari hulu ke hilir serta magang di project konstruksi dan maintenance infrastruktur Industri Logam.
Total SKS: 114 SKS (38 Teori, 76 Praktik)